kemiringan yang dilakukan para pembalap juga harus di seimbangi dengan kecepatannya,agar tidak jatuh.
bagaimanakah kita menghubungkan antar kemiringan sudut pembalap,kecepatan motornya dan ketajaman tikungan lintasannya,dan kenapa para pembalap tersebut tidak jatuh.disini kita coba untuk menganalisisnya:-)
pertama-tama kita harus tahu dulu,gaya-gaya apa aja sih yang bekerja pada pembalap tersebut pada saat menikung.nah, pada gambar di bawah sudah ada gaya-gaya yang bekerja.
seperti kita lihat pada gambar,ada gaya normal (N), gaya sentrifugal, gaya sentripetal dan masih ada gaya yang belum tercantum yaitu gaya gesek.
gaya normal (N) adalah gaya yang tegak lurus bidang
gaya gesek adalah gaya yang arahnya selalu berlawanan arah gerak benda
gaya sentripetal adalah gaya arahnya menuju pusat lingkaran menikung lintasan yang nilainya sama dengan gaya sentrifugal.
gaya sentrifugal bisa dikatan seperti gaya buang,untuk menjelasanya kita tentunya pernah naik bus/mobil.pada saat busnya melewati jalan menikung kita seolah-olah terdorong keluar jalan,nah kenapa busnya tidak terlempar keluar jalan itu akibat jalannya sudah dirancang miring,lihat gambar.
berapakah kelajuan maksimum mobil Vmaks yang di perkenankan agar mobil dapat menempuh tikungan miring licin tanpa slip?nah hal ini juga berlaku untuk kemiringan sudut yang dilakukan oleh para pembalap Gp.
pada gambar , gaya normal (N) memiliki komponen horizontal N sin
dengan menyamakan penyebab gaya sentripetal fs = N sin